Senin, 02 Januari 2012

Mengenang 'Adesagi Kierana'

Banyak kenangan manis yang selalu diingat keluarga tentang desainer muda Adesagi Kierana (34). Adesagi dikenal sebagai pribadi yang penyayang kepada semua orang.





"Dia pekerja keras dan disegani bawahannya. Ia penyayang ke semua orang," kata kakak Adesagi, Sunandar, di kediaman orangtua Adesagi, Jalan Kaca Piring II nomor 52 RT 01 RW 025 Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/12/2012).

Randy Yan dan Adesagi Kierana

Adesagi juga figur yang dewasa. "Dia walaupun paling kecil, tetapi dewasa. Itu yang kita kagumi. Kalau ada masalah di keluarga, dia bisa menengahi," ujar Sunandar.




Bagi Sunandar, adiknya telah memberi banyak untuk keluarga tercinta. "Ini bukan soal harta ya. Tetapi kedewasaan yang dia bawa dari pergaulan. Setiap ada santunan anak yatim di sini, dia selalu kasih. Lebaran haji, juga ikut kurban," kata dia.



Sunandar menceritakan, Adesagi yang hanya tamatan SMEA ini mengadu nasib ke Jakarta mulai dari nol. Adesagi terjun menjadi desainer secara otodidak.



"Sebetulnya, dia dulu suka nyanyi, lomba karaoke. Tetapi kayaknya dia ada bakat merancang. Bakat alam. Kita tidak melarang dan selama itu baik kenapa tidak," kata Sunandar.


Sunandar mengaku mengetahui kabar kematian Adesagi dari sang keponakan yang menetap di Bali.

"Dia bilang katanya Om Ade di rumah sakit. Kita nggak ada kontak lagi karena dia di Bali. Lalu, kita berangkat lima orang ke rumah sakit Hasan Sadikin. Di situ, Ade sudah di kamar jenazah," papar Sunandar.


Sunandar menceritakan Adesagi semula pamitan hendak ke Bandung lantaran ada pekerjaan. "Jadi dia nggak bisa ikut 7 harian Mama ke Teteh, dia bilang ke Bandung dan pulang Senin," ujar dia.


Sunandar mengaku tidak tahu pasti kejadiaan yang dialami Adesagi. "Kita tahunya sudah di kamar jenazah RS Hasan Sadikin. Kalau ada berita-berita yang kurang baik, demi Allah, dia tidak seperti itu," kata Sunandar.

"Dia yang sering komunikasi ke saya. Setahu saya, dia tidak pernah... jangankan obat-obatan, minum saja tidak. Kalau merokok mungkin biasa," lanjut anak ketiga dari delapan bersaudara ini.


Menurut dia, keluarga juga akan memusyawarahkan penerus butik yang dibesarkan Adesagi.

Sunandar mengaku sempat berkirim pesan lewat BlackBerry Messenger (BBM) kepada Adesagi untuk terakhir kalinya dan mendoakan untuk kesuksesan sang adik tersayang.







sumber :http://www.detiknews.com/read/2012/01/02/144955/1804737/10/keluarga-kenang-adesagi-sebagai-sosok-penyayang-pekerja-keras

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar