Selasa, 10 Januari 2012

Mana yang lebih mudah "meminta maaf" atau "memaafkan"

manusia tidak akan pernah berhasil lulus dari ujian kehidupan kalau ujiannya harus 100 nilai nya, pasti manusia memiliki kesalahan di setiap langkah hidupnya. Dan kondisi ketidak sempurnaan seperti ini membuat manusia diharuskan memilih meminta maaf atau posisi "memaafkan" jika kita bersalah, seharusnya kita didalam posisi meminta maaf dan terkadang kita merasa seseorang bersalah kepada kita, maka kita di posisi "memaafkan". Sekarang kalian hitung seberapa sering anda di dalam posisi memaafkan? Dalam seminggu saja, atau sebulan? Pasti sangat banyak dan itu menandakan ketidaksempurnaan manusia sebagai pribadi yg diciptakan bukan menciptakan



sekarang, dunia menjadi lebih individualis dan semakin berprinsip
"hidupmu adalah masalahmu, hidupku adalah masalahku" sering orang berkata "ini hidupku, terserah aku dong mau berbuat apa.." terkadang orang berada di posisi bersalah tetapi sangat sulit untuk "meminta maaf" tapi orang dalam keadaan benar pun susah untuk memberi maaf, mengapa seperti itu?.

Meminta maaf berarti merendahkan diri terhadap pribadi lain yang ditinggikan, karena kita memerlukan sesuatu dari dirinya, dan itu jelas sangat sulit dilakukan oleh manusia tentunya, yang merupakan pribadi bersifat
"ego" karena "ego" itulah manusia sulit untuk turun ke bawah dan meminta sesuatu kepada orang lain, terutama meminta maaf kepada orang lain. Padahal cara meminta maaf lebih simple dari pada cara makan, cara meminta maaf hanya dengan 1 kata "sorry" tapi manusia sulit sekali mengatakan 1 kata itu, dan penyebab utamanya adalah ego yang menjadi sifat utama manusia, dan sangat sulit untuk mengalahkan ego , karena itulah yang disebut "musuh terbesar dalam hidupmu adalah dirimu sendiri"

lalu yang kedua inilah adalah bagaimana jika kita memaafkan orang? Mengapa ini juga sulit? Memaafkan orang lain atau pribadi lain, hanya memerlukan sedikit tenaga dan usaha untuk mengatakan 2 huruf yaitu "ok" karena terkadang jika seseorang meminta maaf pada kita, kita tidak memaafkannya, padahal hanya dengan 2 huruf atau 3 huruf "ok" atau "iya" tetapi manusia sangat sulit melakukannya, kalau dipikir-pikir lagi lebih jauh, manusia itu konyol ya memiliki kemampuan yang lebih, dan memiliki banyak keunikan, tapi berkata 2 huruf dan 3 huruf saja sulit sekali dan jarang sekali ada orang yang memaafkan di jaman "individualis" ini.


Tapi penyebab utamanya bukan itu, penyebab utamanya adalah karena kita sebagai manusia memiliki kedudukan dan ego, kita sering kali sesuah mengangkat derajat orang lain yang ada dibawah kita, dan inilah yang menjadi penyebab utama dalam hal memaafkan. Kita sering berkata didalam otak "enak aja kamu omong "minta maaf" hei, aku susah-susah membantu kamu, kamu bersalah..aku tidak akan memaafkan mu begitu saja!!" dan itu karena manusia yang tidak sempurna ini tidak mau ada orang yang menyamainya dan selalu terus ingin menjadi yang teratas dan yang terbaik, dan ketika orang meminta maaf pada dirinya itulah kepuasan pribadi, karena dia merasa di atas dan merasa nikmat di posisi seperti itu. Itulah penyebab utama sulit berkata 2 atau 3 huruf tersebut.

kesimpulannya kali ini, manusia benar benar makhluk yang unik dan seharusnya dapat mengatasi masalah ini dengan baik, tetapi karena "musuh terbesar dalam hidup adalah dirimu sendiri" itulah penyebab utama dari semua kesalahan didalam diri manusia. Karena itulah manusia susah memaafkan dan dimaafkan





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8401188

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar